Kriteria Utama dalam Membangun Infrastruktur TI yang Ideal

November 1, 2018 4:18 pm | Diterbitkan oleh Prime Editor

Membangun infrastruktur TI sebagai suatu sistem yang terencana dengan baik merupakan langkah yang penting dalam proses menjalankan suatu perusahaan. Dengan adanya solusi infrastruktur TI yang bekerja secara optimal perusahaan dapat menekan biaya bahkan dapat membantu meningkatkan produktivitas usaha tersebut.  Pembahasan lebih lanjut mengenai manfaat Infrastruktur TI telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya (baca: Infrastruktur TI sebagai Jantung Perusahaan). Seiring dengan berkembangnya suatu perusahaan, kebutuhan teknologi pun akan semakin meluas dan di sinilah peran TI akan semakin kompleks dan krusial. Perusahaan yang awalnya hanya memerlukan teknologi sederhana kini mulai berkembang menjadi sangat bergantung dengan teknologi modern.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa fakta berikut yang menyatakan bahwa adanya peningkatan kepentingan dalam penggunakan TI dalam berbagai aspek kehidupan. Fakta di India, menurut India Brand Equity Foundation menyebutkan bahwa kontribusi sektor TI terhadap GDP India meningkat menjadi sekitar 9,5 persen di Tahun Keuangan 2015 dari 1,2 persen pada Tahun Buku 1998. Begitu pula yang terjadi di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menuturkan, Indonesia merupakan pasar paling besar di ASEAN. Bahkan, sektor ICT (Information and Communication Technology) berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia nomor dua setelah sektor perbankan dan keuangan. Pada bagian lain Rudiantara juga mengatakan bahwa dampak industri ICT ini akan semakin besar seiring dengan berkembangnya pemanfaatan ICT disetiap sektor kehidupan masyarakat khususnya e-commerce. Beliau pun mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan potensi ekonomi digital terbesar di dunia.

Fakta-fakta di atas mengungkapkan bahwa pada saat ini sektor TI telah beralih dari yang awalnya merupakan kebutuhan tersier yang hanya digunakan untuk golongan tertentu. Lalu hal ini menjadi kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Ini merupakan bukti bahwa nantinya sektor TI berpotensi untuk menduduki pasar global. Untuk itu demi menunjang operasional bisnis di masa mendatang perusahaan perlu melakukan perencanaan sejak dini untuk berivestasi dalam mengikuti perkembangan teknologi terkini yang unggul untuk dapat bersaing dalam Era Big Data ini. Maka dari itu kami merangkum kriteria apa saja yang harus dipenuhi oleh tiap infrastrukur TI agar menjadikannya infrastruktur yang handal:

1. Zero Latency

Latensi merupakan hambatan yang umum terjadi dalam komunikasi antar jaringan. Latensi sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai waktu berpindahnya data dari suatu tempat ke tempat yang lain. Setiap perangkat dapat memiliki latensi yang berbeda bergantung pada tingkat kualitas jaringan yang dimilikinya. Terdapat dua jenis latensi, yaitu:

  • Jaringan Latensi Rendah
    Ini adalah koneksi jaringan di mana terjadi penundaan atau hambatan singkat yang tidak signifikan dan dianggap tidak banyak mengganggu kegiatan operasional.
  • Jaringan Latensi Tinggi
    Ini adalah koneksi jaringan yang mengalami penundaan atau gangguan yang berdurasi relatif panjang dan secara signifikan dapat mengganggu kegiatan operasional.

Lantas apa yang akan terjadi bila terdapat latensi? Latensi tersebut dapat menyebabkan menurunnya penggunakan jaringan secara optimal dan terganggunya proses komunikasi. Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya latensi adalah switch jaringan atau router yang bermasalah atau tidak sesuai. Hal ini dapat berakibat buruk pada perangkat karena dapat membuat perangkat tidak bekerja secara optimal atau bahkan rusak. Untuk mencegah latensi terjadi, perusahaan dapat menyediakan server yang lebih besar dengan port yang berkapasitas tinggi sehingga dapat meminimalisir terjadinya letensi. Selain itu, pemilihan tenaga ahli yang berkompeten dan memiliki perencanaan infrastruktur TI yang matang merupakan jalan utama untuk menghindari latensi.

2. Jaringan WAN yang Optimal

WAN (Wide Area Network) sering diartikan sebagai jaringan komputer yang memiliki area yang sangat luas dan terintegrasi. WAN seringkali digunakan untuk berkomunikasi antar jaringan lokal seperti halnya jaringan antar wilayah, kota, atau bahkan antar negara. Untuk dapat memiliki infrastruktur TI yang ideal, perusahaan harus memiliki WAN yang berfungsi secara optimal. Dengan memiliki WAN yang optimal, perusahaan dapat menjamin keberlangsungan operasional bisnis mereka. Dengan demikian, perusahaan dapat terbebas dari hambatan-hambatan yang membuat kinerja perangkat utama mereka menurun dan memastikan seluruh kebutuhan perangkat utama mereka terpenuhi. Beberapa teknologi yang menggunakan WAN adalah sebagai berikut:

  • Traffic Shaping
    Traffic Shapinmerupakan lalu lintas yang diprioritaskan dan alokasi bandwidth dilakukan untuk mendukung suatu perangkat tertentu yang dianggap sebagai prioritas oleh perusahaan.
  • Deduplikasi Data
    Fungsi ini digunakan untuk menghilangkan data yang berlebihan serta mencegah bertambahnya muatan data yang terduplikat.
  • Kompresi Data
    Kompresi Data berfungsi untuk meminimalisir ukuran data sehingga menekan penggunaan bandwith yang berlebih dan memungkinkan bandwith digunakan dengan lebih optimal.
  • Penyimpanan Data
    Penyimpanan Data digunakan untuk mengelompokkan dan menyimpan data yang sering digunakan secara khusus pada server lokal sehingga pengguna dapat mengaksesnya dengan lebih cepat dan praktis.

3. Zero Downtime               

Downtime merupakan kegagalan sistem yang sangat sulit untuk diprediksi kapan akan terjadi. Yang dapat dilakukan oleh perusahaan hanyalah meminimalisir frekuensi downtime pada perangkat yang dimiliki. Semakin minim frekuensi downtime yang terjadi maka semakin baik pula kualitas sistem TI yang dimiliki. Kerap kali downtime terjadi akibat dari pemasangan perangkat yang tidak sesuai. Hal ini mengakibatkan perangkat mengalami kegagalan dalam memproses perintah yang dijalankan. Akibatnya downtime semakin sering terjadi sehingga mengganggu kegiatan operasional perusahaan. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

Maka dari itu, penting bagi perusahaan untuk menerapkan infrastruktur terkini yang sesuai dengan perangkat yang dimiliki. Lalu penting juga untuk menjaganya dengan melakukan update secara berkala. Setiap downtime di jaringan telekomunikasi terbukti sangat mengganggu bagi perusahaan dan pelanggan. Hanya perusahaan yang berpengalaman dengan MPLS, Metro Ethernet, jaringan Core dan Edge yang akan dapat membantu mengatasi downtime yang ditakuti itu.

4. Penyimpanan Berkapasitas Tinggi

Persyaratan penting lainnya bagi perusahaaan yang ingin memiliki infrastruktur TI yang ideal adalah dengan memiliki sistem penyimpanan berkapasitas tinggi. Sistem tersebut harus mampu memberikan performa yang unggul dengan tetap stabil, juga didukung dengan perangkat yang flesibel dan handal. Sistem penyimpanan yang berperfoma tinggi tersebut wajib dimiliki oleh perushaaan demi memenuhi persyaratan untuk mampu bersaing di Era Big Data (baca juga artikel mengenai ERA BIG DATA). Teknologi penyimpanan saat ini yang digunakan meliputi sebagai berikut:

  • Sistem Penyimpanan Disk: Enterprise SAN dan NAS
  • Sistem Cadangan Disk: Sistem Pustaka Virtual, pencadangan D2D, Disk yang Dapat Dilepas
  • Pita Drive dan Blades: LTO, DAT Sederhana, dan Perpustakaan Tape yang Sepenuhnya Otomatis
  • Solusi Back-Up dan Pengarsipan
  • Solusi Penyimpanan Virtualized dan Unifies Storage Solutions
  • Pemulihan Bencana dan Solusi Kelangsungan Bisnis

  5. Virtualisasi

Virtualisasi server merupakan suatu teknologi yang membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan sistem TI yang dimiliki dengan memberikan gambaran/simulasi terkait dengan perangkat keras, jaringan, sistem keamanan, maupun teknologi lainnya. Sebenarnya teknologi ini telah lama digunakan oleh perusahaan yang bergerak dibidang teknologi. Namun, bagi sebagian perusahaan di bidang lain masih sangat asing dengan teknologi virtual ini. Dalam bidang TI virtualisasi biasa digunakan untuk mengetahui potensi dari sistem TI yang akan ditingkatkan kedepannya. Oleh karena virtualisasi dinilai dapat memberikan gambaran beserta skalabilitas yang jelas dari perangkat yang dimiliki. Selain itu, virualisasi memiliki manfaat lainnya sebagai berikut:

  • Hemat Energi
    Virtualisasi dapat menghemat banyak energi. Karena perusahaan dapat dengan mudah menjalankan simulasi melalui virtualisasi tanpa perlu secara langsung menguji coba perangkat yang akan ditambahakan/diubah.
  • Penyediaan Server Lebih Cepat
    Dengan virtualisasi server, administrator diaktifkan untuk menyediakan pengaturan dan penyebaran sistem dalam waktu yang lebih singkat, cepat, dan akurat.
  • Meningkatkan Uptime
    Server virtual menawarkan beberapa fitur canggih yang tidak tersedia di server fisik. Hal ini menyebabkan peningkatan waktu operasional dan kelangsungan bisnis.
  • Peningkatan Pemulihan Bencana
    Virtualisasi memberikan gambaran/ilustrasi mengenai kondisi perangkat keras, replikasi dapat dilakukan dengan mudah, dan failover ketika bencana melanda.

6. Keamanan
Keamanan merupakan kriteria terakhir sekaligus salah satu yang paling penting dalam memiliki infrastruktur TI yang ideal. Peran utama dari sistem keamanan adalah memindahkan infrastruktur TI dari status rentan ke status yang dioptimalkan. Menurut sumber whitecase.com menyebutkan bahwa Laporan Global Risks 2015 yang diterbitkan pada bulan Januari oleh World Economic Forum (WEF), termasuk peringatan yang agak keras menyatakan bahwa 90% dari perusahaan di seluruh dunia mengakui bahwa mereka tidak cukup siap untuk melindungi diri mereka sendiri dari serangan cyber.

Berikut adalah area di mana keamanan memainkan peranan penting:

  • Mengontrol Akses Informasi
    Hal ini memungkinkan akses informasi untuk dikelola dan didefinisikan secara terperinci. Hal ini termasuk juga untuk mengelola identitas dan kontrol akses jaringan. Akses sederhana ke sumber daya penting hanya diberikan ketika otentikasi berhasil dan hanya dapat diakses oleh pihak yang bersangkutan.
  • Implementasi Standarisasi.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa menerapkan standar ISO/IEC membuat sistem lebih aman. Penetapan standar juga banyak digunakan untuk membantu dalam merumuskan kebijakan keamanan sehingga penting bagi perusahaan untuk menerapkan bisnis selaras dengan standar internasional. Salah satu standar yang umum digunakan adalah ISO/IEC 27002. Ini adalah aturan yang diterbitkan oleh ISO dan memberikan rekomendasi praktik terbaik pada manajemen keamanan informasi.
  • Ketersediaan Data
    Keamanan berperan penting dalam memastikan bahwa data tersedia untuk dapat diposting secara optimal. Sementara administrasi perangkat dapat disederhanakan dengan NAP. Kebijakan keamanan yang dirancang dengan baik akan menentukan proses keberlanjutan bisnis. BCM (Business Continuity Management) dapat diintegrasikan bersamaan dengan implementasi standar keamanan informasi.

Tags: , , , , , , , , , ,

Layanan Data Center Terintegrasi

Semangat utama Prime untuk teknologi informasi dan pengembangan Data Center telah menjadi sumber untuk memberikan Layanan Data Center yang andal. Team kami yang berpengalaman dan professional akan memberikan yang terbaik untuk mendukung seluruh rangkaian solusi yang Prime tawarkan.

Manajemen Proyek | Layanan Infrastruktur | Sistem Integrasi | Pembersihan Data Center

Solusi Data Center

Solusi Data Center Prime dibuat dengan mengutamakan manfaat bagi pelanggan. Semua solusi Data Center kami dirancang untuk memberi Anda keuntungan terbaru dalam teknologi data center tanpa mengorbankan skalabilitas, keandalan, dan modularitas untuk perkembangan lebih lanjut.

Fasilitas Data Center | Pengelolaan Data Center & Otomatisasi | Virtualisasi | Infrastruktur Jaringan TI | Rencana Pemulihan Bencana | Pusat Pemulihan Bencana

Mitra Kelas Dunia

Prime selalu mencari mitra kelas dunia yang berpotensial dengan teknologi inovatif dan unik untuk kolaborasi dan menciptakan peluang bisnis baru.

EN | ID